Minggu, 20 September 2015

KOMUNIKASI ANTARPRIBADI


1.DEFINISI KOMUNIKASI ANTAR PRIBADI
Sebelum kita mempelajari definisi kommunikasi antar pribadi,sebaiknya kita perlu membedakan antara komunikasi non-antar pribadi dangan komunikasi antar pribadi.Miller Steinberg(1975)membedakan antara keduanya itu berdasarkan tingkat analisis yang yang digunakan berdasarkan tingkat prediksi yang guna mengetahui apakah komunikasi itu bersifat non-pribadi atau pribadi.Menurut mereka terdapat tiga tingkatan analisis dalam melakukan prediksi ,yaitu kultural,sisiologis dan psiikologis
A.    Analisis pada tingkatan Kultural
Kultur merupakan keseluruhan semua kerangka kerja komunikasi:kata-kata,tindakan-tindakan,postur,gerak isyarat-isyarat,nada suara,ekspresi wajah,penggunaan waktu dan mempertahankan diri.kesemuanya itu dan selebihnya dapat merupakan sistem-sistem komunikasi  yang lengkap  yang hanya dapat dibaca secara tepat apabila seseorang akrab dalam prilaku dalam konteks sejarah,sosial dan kultural
Apabila prediksi kita gagal beberati kita mengabaikan pemgalaman-pengalaman pihak lain atau disebabkan kita melakukan prediksi mengenai prilaku dengan pengalaman-pengalaman yang berbeda dengan pengalaman-pengalaman pihak lain.Kita biasanya menggunakan kata-kata yang mempunyai makna yang berbeda antara satu daerah dengan daerah lain atau kita berkomunikasi dengan orang yang berbeda latar belakang dengan kita,misalnya kata cokot dalam bahasa jawa dan sunda berbeda makna.Bagi orang jawa kata tersebut berarti “menggigit’’ dan bagi orang sunda berarti “mengambil”.Jadi bukan hanya masalah perbeaan perbedan makna dalam sebuah kata tetapi juga perbedaan antar sikap,persepsi seseorang terhadap orang lain yang berbeda latar belakang budayanya.
        B    Analisis pada tingkat Sosiologis
Apabila prediksi komunikator terhadap penerima terhadap pesan-pesan yang ia sampaikan berdasarkan kepada keanggotan penerima didalam kelompok sosial tertentu,maka komunikator melakukan prediksi pada tingkat sosiologis.Selain persamaan yang ada kelompok-kelompok budaya-budaya berbeda dalam banyak hal,Kelompok-kelompok biasanya berisikan atau terdapat jumlah anggota yang lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah anggota yang berada dalam tingkat budaya,keanggotan kelompok tidak harus dibatasi dengan batas-bartas goegrafis.Misalnya agama islam memiliki nilai-nilai norma yang sama apakah itu diJakarta ,Medan ,Bengkulu dan daerah lainya.Para profesor memiliki karakteristik yang sama apakah itu di UGM,UNIDA maupun Universita lain,jadi  biasanya orang memilki keyakinan tertentu,agama tertentu ,partain politik tertentu,masyarakat professional,atau klub,komunikatas tertentu.
      C.  Analisis pada tingkat psikologis
Apabila prediksi mengenai reaksi pihak lain atau penerima terhadap perilaku komunikasi kita didasarkan ddari pengalaman-pengalaman belajar individu yang unik ,maka prediksi itu didasarkan oleh analisis tingkat psikologis.Seringkali interaksi yang dilaukan secara psikologid ini dianggap ana aneh oleh orang lain karena pertukaran informasidengan akar psikologis sering kali diatur dengan bentuk-bentuk peraturan yang aneh dimana peraturan tersebut hanaya diketahui oleh partisipan bahkan sulit dijelaskan oleh orang luar.Misalnya:”Kalau saat pulang kamu berjarak berjauhan dari saya,saya akan memberikan tanda isyarat dengan cara mengcungkan tangan sebagai tanda kita harus pulang”isyarat inni hanya dimengerti oeh orang yang berangkutan dan tidak dimengerti oleh orang lain,bahkan orang lain berpikir mengapa orang itu mengacungkan tangan.

2.PERBEDAAN POKOK ANTAR KOMUNIKASI NON-PRIBADI DENGAN KOMUNIKASI PRIBADI
Apabila prediksi mengenai hasil komunikasi didasarkan pada tingkat analisis kultural dan sosiologis,maka kommunikator terlibat dalam komunikasi non-pribadi sebaliknya, apabila prediksis didasarkan oleh tingkat analisispsikologis maka,maka komunikator terlibat dalam komunikasi antar pribadi.
Pada tingkat non-antar pribadi yaitu kultural dan sisologis,prediksi mengenai hasil-hasil komnikasi dapat disamakan dengan generalisasi rangsangan atau stimulus generalization .individu yang memcari persamaan diantara komunikator lainya.Misalnya, atas dasar pengetahuan seorang profesor,seseorang dapat menggeneralisasikan bahwa semua profesor diperguruan tinggi memilikim:(a).gelar sarjana tertinggi (b).terikat pada ilmu pengetahuan (c).bisa jadi promotor bagi mahasiswa S-3
Sebagai kebalikannya,pada tingkat antar pribadi prediksi dengan dasar psikologis tentang hasil komunikasi dapat disamakan dengan pembedaaan rangsangan atau stimulus discrimination .Seseorang memerlukan prediksi dengan mencari perbedaan-perbedaan yang relevan pada komunikator lainnya,maka kita akan bertanya bagaimana profesor itu berbeda dengn profesor-rofesor lainya dengan siapa kita menerima pelajaran.

3.MEMBANDINGKAN HUBUNGAN KOMUNIKASI NON-ANTARPRIBADI DENGA KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
Miller Steinberg(1975)membagi dalam tiga demensi untuk pembagian tersebut:
1.      Pembentukan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan
2.      Kreteria untuk membentuk hubungan
3.      Tingkat pilihan individual dalam hubungan
Menurut Malcolm R.Parks bahwa komunikasi antar pribadi merupakan bentuk komunikasi yang diatur oleh norma relational atau relation norm,komunikasi antar rinadi biasanya terjadi pada kelompok yang sangat kecil,ini tidak berarti bahwa komunikasi ini tidak dapat terjadi pada kelompok yang besar,menurut Park beberapa hal yang membedakan anatara komunikasi antarpribadi dengan komuniklasi non-antarpribadi:
1.      Norma dan aturannya ditentukan oleh orang tertentudidalam hubungan tertentu
2.      Komunikasi lebih bersifat pribadi,kepedulian pada partisipan menjadi prioritas utama
3.      Norma yang mengatur kommunikasi antarpribadi lebih fleksibel darimpada non-pribadiindividu-individu yang terlibat dalam komuniaksi antarprinadi lebihmemliki banyak pilihan untuk bagaiman berkomunikasi,keseluruhan normanya tidak ada ikatan dengan norma kultural ataum kelompok
4.      Norma-norma relasional tidak perlu menyesuaikan dengan norma-norma yang ada dalam kelompok.
Melalui komunikasi antar pribadi inilah bahwa individu dapat ,mengekpresikan kepribadiannya dan dapat dirasakan dampaknya.

4.FUNGSI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI
Menurut definisinya,fungsi adalah sebagai tujuan dimana komunikasi digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.Fungsi utama komunikasi adalah mengendalikan lingkungan guna mendapatkan imbalan-imbaqlan tertentu berupa fisik,ekonomi, dan sosial.sebaimana telah dikemukakakan bahwa komunikasi pribadi maupun komunikasi non-antarpribadi semuanya mengenai pengendalian lingkungan guna mendapatkan imbalan seperti dalam bentuk fisik,ekonomi dan sosial (Miller dan Steinberg)
Sedangkan yang dimaksud dalam imbalan setiap akibat berupa perolehan seperti fisik,ekonomi,sosial yang bernilai positif.Uang sebagai hasil perolehan ekonomi yang positif ,jika seorang pegawai berhasil memgendalikan perilaku atasanya ,seperti rajin berprestasi baik,dan jujur,maka menurut logikanya ia akan memperoleh kenaikan upah atau gaji.inilah yang disebut dengan imbalan ekonomi yang berupa uang.Sedangkan atasanya juga mendapat imbalan berupa sosial berupa kepuasan akan kinerja bawahanya yang maksimal.Demikian juga dengan seorang sales yang mampu mengendalikan reaksi pelaanggannya yaitu mau membeli produk yang ditawarkannya,maka ia akan memperoleh imbalan dalam dalam ekonomi dari perusahaannya.

5.KESIMPULAN
Maka dapat disimpulkan bahwa semua komuniasi yang dilakuakan seseorang itu dapat mendapatkan feedback atau timbal balik dari pihak lain seperti yang dikutip dari makalah diatas bahwasanya komunikasi non-antarpribadi maupun antarpribadi berfungsi mengendalikan lingkungan guna memdapatkan imbalan-imbalan tertentu dengan bentuk yang bermacam-macam seperti fisik,ekonomi maupuan sosial.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar